Wednesday, April 9, 2008

pertimbangan dalam memilih laptop anda

Belakangan ini koran-koran dibanjiri iklan penjualan laptop murah. Dari raja-raja laptop seperti Toshiba, IBM alias Lenovo, HP, Acer, sampai para pendatang baru seperti ECS, A Note, dan Benq, semua pasang advertensi. Dengan uang Rp 5 jutaan, siapa pun bisa bawa pulang laptop keren dan gaya.

Dari belasan merek dan jenis laptop yang bertebaran itu kira-kira mana yang cocok untuk Anda?

Berikut ini sebagian faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih laptop. Ini hasil pikiran dummy for dummies, hehehe … Siapa tahu berguna.

1. Tentukan batas kisaran harga

Menurut para konsultan finansial sebaiknya kita membeli berdasarkan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN bukan pula GENGSI. (gengsi aja kok nggak boleh)

2. Aplikasi apa yang sering dipakai:

  • Kalau cuma buat ngetik, bikin presentasi powerpoint, excel, internetan, sesekali photoshop kelas Intel Celeron atau AMD Sempron pun sudah cukup. Bahkan banyak sudah dilengkapi akses Wifi. Tak perlu beli laptop dg prosesor Centrino yg mahal. Celeron/Sempron pun kuat buat Photosop-an, Corel Draw, bahkan juga QuarkExpress (desain utk bikin koran seperti yang dipakai Koran Tempo)–sudah dites di rumah. Kalau mau lebih bertenaga dg laptop murah, upgrade sendiri memori atau RAM dari 256 MB –> 512 MB. Karena Windows XP itu seperti Linux kalau dipasang di komputer bermemori 256 MB memang kurang greng
  • Kalau buat yg suka ngoprek program komputer, desain grafis yang berat, memang lebih enak pake prosesor kelas atas seperti Core 2, AMD Turion. Centrino atau Core Solo biasa pun sebenarnya juga sudah lumayan lah.
  • Dan ingat laptop-laptop prosesor Core Duo itu saat ini pun tidak bisa running 100 persen seperti yang diinginkan produsennya. Karena, prosesor Core 2 menuntut software baru yang cocok untuk “otaknya”. Dan sekarang ini software itu masih sedikiiiiit sekali. Baru Windows Vista doang (itu pun baru dilaunch). Jadi, aspek kecepatan yang diharapkan dari kerja laptop Core 2 ini ya.. ndak terlalu dramatik..

3. Seberapa mobile Anda

  • Semakin mobile pilih yang kecil dan ringan. Rata-rata laptop beratnya 2,3-2,5 kg. Laptop ini buat ngeliput kerusuhan seperti di Tasikmalaya (Beberapa tahun silam) atau Poso–artinya dibawa di ransel jalan keliling kota lebih dari 2 jam–bikin pundak pegelnya lumayan. Idealnya sih buat wartawan cari yg enteng di bawah 2 kg cuma mahal. Namun, kalau dipake kerjanya cuma di kantor atau 1-2 bulan sekali kerja di kafe sih berat 2,3-2,5 kg sih masih oke.
  • Semakin mobile pilih baterai yang tahan lama. Rata-rata laptop sih baterainya 2,5 - 3 jam. Yang ultra low voltage seperti keluaran Fujitsu, Sony Vaio, Toshiba Portege bisa 4-7 jam.
  • Bagi pengguna yang bukan high frequent flyer kelas baterai yg 2,5-3 jam pun sudah cukup. (Emang seberapa kuat sih kita kerja di kafe seperti Starbucks? mendingan ngelihatin tamu kafe atau baristanya kan daripada kerja, hehehe)

4. Layar

  • Yang suka kecil tentu saja pilih layar 8, 10, 11 atau 12 inchi –> sayangnya yg kecil ini biasanya lebih mahal
  • Yang sedang-sedang sih 13 atau 14 inchi. Yang 15 inchi biasanya lebih murah lagi. Ingin lebar tapi nggak pingin kelihatan gede pilih yang wide screen. Layar 13 wide sreen lumayan, tak terlalu kecil atau gede.
  • Yang buat desain ya enaknya 17 inchi

5. Yang perlu diingat pula laptop yang sudah kita beli itu cenderung harganya terjun bebas.

Dalam 2 tahun laptop bekas itu bisa turun harganya 2-4 juta. Jadi kalau beli mahal-mahal pertimbangkan pula penyusutan nilai yg gila-gilaan.

Kalau saya sih lebih suka membeli laptop yang tak terlalu canggih mengingat toh harganya 2-4 tahun akan drop habis-habisan dan menjual kembali laptop itu tak gampang. Pilih teknologi medium, dengan harga menengah mungkin salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan karena dari sisi teknologi tak ketinggalan amat, dari harga juga ngga nguras kantong banget.

6. Reputasi merek

  • IBM (sekarang Lenovo) — desain kaku (tipe yg terakhir aja agak manis seperti Z61), tapi kuat dan bandel, ukuran keyboard paling pas di tangan
  • Acer — merek taiwan desain manis, klaim nya sih nomor satu di Eropa tahun 2006
  • Toshiba — pernah bertahun-tahun jadi laptop no 1 di dunia dan di Indonesia, lumayan bandel
  • ECS — merek Taiwan , katanya sih ok tanya Prabandari (Kabiro Tempo di bandung, dia beli ECS yang tablet PC yg bentuknya spt buku agenda dari tahun 2005), purnajual katanya juga oke
  • Dell –keren untuk tipe yang Inspiron seperti punya mas Wawan (Teknologi)
  • Sony Vaio — Hfff… desain yang tipe TX kereeen banget kecil dan imut-imut. Sayang harganya masih di 18-20 juta.
  • Hp/Compaq — Malangnya aku tak pernah suka desainnya
  • Fujitsu — yang tipe kecilnya keren.. walau tak selucu Vaio
  • Powerbook — cool and different, tipis, tapi berat dan tak cocok bagi pengoprek komputer karena sistem operasinya Macintosh.

Faktor lainnya sih cuma asesoris seperti koneksi bluetooth, infra merah, pengaman dg sidik jari, pembaca kartu SD. Semuanya bisa jadi pertimbangan minor.

Ya, ini uneg-uneg pemburu dan penggemar laptop bekas hehehehe, boleh didengar boleh juga tidak. Jadi, selanjutnya terserah Anda

pakai a-note celeron ok ?

Buat anda yang sudah membeli Laptop A-Note, jangan berkecil hati karena ada seseorang yang tidak mengalami hal kurang menyenangkan, seperti tertuang di bawah ini ( Di ambil dari komentar ditulisan ini ) :

saya pakai a-note celeron hampir setahun. alhamdulillah gak papa. lumayan cepet jalannya, gak kalah sama yang branded.
justru pernah pakai acer, layanannya pasca garansi, juelek. masak cd rom yang nggak mau keluar dibilang harus ganti seharga 1.250.000.laptopnya aja tinggal seharga 3.000.000.nggak jadi ganti, eh harus bayar ongkos separo (75.000). ya 75.000 hanya untuk ngeluarin cd rom untuk dicek (tahu nggak, ngeluarin cd rom gak lebih dari 2 menit bro. tanya solusi, dibilang, ya harus ganti.
ini sih semua bisa, kalo cuma jualan.
guwe bawa ke servisan umum. eh, katanya cuman ada yang patah di tombol sebelah dalam. ya udah, dibetulin bayar 150.000 beres.
gak dibetulin juga, beli yang eksternal, cuma 175 ribuan.
hati-hati deh dengan branded, selewat garansi, dijamin gak ada perhatian. nyakitin hati.
mending merek lokal, di sini perusahaannya.
ingat nggak, dulu komputer jangkrik kan dibilang jelek. sekarang?
nanti kedepan laptop udah kaya komputer desktop. ya rakitan aja, bisa ganti-ganti macem-macem. ini kan yang sekarang dibuat ama anote dan byon.
guwe cuman pemakai.bukan siapa-siapa. tapi jelas, mari cintai produk dalam negeri. merdeka …….

Wednesday, February 13, 2008

Laptop mungil merk Asus “Eee”


Kabar terbaru dari produsen Asus, bahwa laptop Asus telah meluncurkan 5 pilihan warna yang menarik, dan hebohnya lagi laptop ini telah di pasarkan indonesia sejak bulan November - Desember 2007.

Pada pameran teknologi Computex 2007 di Taipei, Asustek Computer bersama Intel Corp. memamerkan jajaran laptop murah yang dibandrol antara US$ 199 hingga US$ 299 atau sekitar Rp 1,8 juta sampai Rp 2,7 juta (US$1 = Rp 9.045).


� Laptop mungil merk Asus yang dinamai “Eee” (Easy to play, Easy to learn, Easy to work) ini, akan hadir juga di pasar Indonesia akan tetapi masih belum bisa dipastikan karena belum mass production.

Konsep Asustek mirip dengan laptop murah buatan Negroponte dari segi fungsinya. Namun jika dibandingkan laptop Negroponte masih menggunakan tenaga engkol sebagai sumber tenaganya, sementara konsep Eee sudah layaknya laptop lain di pasaran, yang juga sudah dilengkapi dengan port USB, Ethernet dan Modem.

Asus Eee PC telah hadir dengan beberapa model, yaitu yang memiliki layar 7 inch (harga kisaran US$199) dan 10 inch (US$299) dengan berat yang sangat ringan sekitar 1kg. Ini disebabkan karena Asus Eee PC tidak dilengkapi dengan hard disk, melainkan NAND flash drive sehingga lebih ringan dan kuat tanpa perlu takut benturan hard disk.

Seperti yang dipaparkan di Computex beberapa saat lalu, Asus Eee PC akan ditanami Intel Mobile CPU dan Chipset, Intel NAND flash Storage, dan Intel Classmate PC Ready. Untuk OS, Linux menjadi pilihan Asus.

Asus membidik 3 segmen pasar

Pertama adalah pasar pengguna laptop biasa. Fungsi laptop ini sebagai second laptop, yang lebih membuat mereka mobile karena lebih tahan goncangan.

Kedua, Asustek membidik konsumen pelajar dan mahasiswa yang juga membutuhkan komputer jinjing untuk melengkapi pembelajaran mereka. Asus Eee PC sudah dilengkapi dengan browser sehingga memungkinkan fungsi pembelajaran secara mobile.

Segmen ketiga adalah mereka yang ekstrim mobile. Dikarenakan tidak dilengkapi hard disk, jadi tidak perlu takut guncangan yang berlebihan bahkan jatuh bagi mereka yang tidak terlalu hati-hati. Laptop ini sebenarnya sama saja seperti PDA, tapi dengan konsep notebook.

EeePC 701 Specification: - Display?7″ & 10″ - CPU & Chipset: Intel mobile CPU & chipset - OS: Linux/ Microsoft Windows XP compatible - Communication: 10/100 Mbps Ethernet; 56K modem - WLAN: WiFi 802.11b/g - Graphic: Intel UMA - Memory: 512MB, DDR2-400 - Storage: 4/ 8/ 16GB Flash - Webcam: 300K pixel video camera - Audio: Hi-Definition Audio CODEC; Built-in stereo speaker; Built-in microphone - Battery Life: 3hrs (4 cells: 5200mAh, 2S2P) - Dimension & Weight: 22.5 x 16.5 x 2.1~3.5cm, 0.89kg

Wednesday, November 21, 2007

notebook AXIOO


ebenarnya sih gak baru-baru amat. Karena sudah hampir 2 bulan saya menggunakan notebook ini. Sejauh ini sih baik-baik saja dan belum ada keluhan. Awal yg baik untuk sebuah barang yg baik, mestinya.

Merknya Axioo. Ini adalah merk lokal. Tepatnya ini adalah barang dari luar yang dilabeli dengan merk sendiri, seperti halnya Visipro, V-gen dan lainnya. Axioo punya beberapa kelas dalam jajaran produknya. Lengkapnya bisa dilihat disini.

Yang saya pakai ini adalah kelas value (Neon Series) yang murah meriah. Seri ini menggunakan chipset Via. Makanya bisa jauh lebih murah dibanding kelas lainnya yang menggunakan chipset Intel.


Kenapa memilih notebook? Kenapa tidak komputer desktop saja? Ini juga sudah saya pikirkan masak-masak. Karena dengan dana yang sama bisa mendapatkan spesifikasi yang jauh lebih tinggi jika menggunakan desktop dibanding notebook. Tetapi akan berbeda jauh jika dibandingkan sisi mobilitasnya dan konsumsi daya listriknya.

Ya masing-masing antara komputer desktop dan notebook punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dan saya memutuskan untuk memakai notebook karena saya berencana akan menggunakannya di rumah (di kamar, di ruang tamu atau di tempat lain) kalau ada waktu luang. Kadang-kadang untuk menulis, membaca email, atau sekadar ngoprek2 saja. Kadang-kadang saya juga perlu membawa notebook ke kantor. Kadang-kadang merasa perlu juga mencicipi Wifi yang di beberapa tempat disediakan gratis. Karena itu perlu disiasati bagaimana dengan dana yang terbatas bisa mendapatkan notebook dengan spesifikasi yang lumayan.

Kenapa Axioo? Sebenarnya saya tidak fanatik merk. Tetapi lebih kepada harga, service dan layanan purna jual. Lalu darimana saya tahu semua itu, ya internet jawabnya. Saya punya kebiasaan untuk mencari info di internet sebelum membeli sesuatu. Saya perlu tahu pengalaman pengguna Axioo (dan merk lokal lainnya) dan bagaimana kesan-kesan pemakain Axioo. Setelah ‘googling’ dengan kata kunci ‘axioo’ akan banyak rujukan-rujukan yang bisa dibaca. Ada beberapa testimoni blogger yang memakai Axioo. Ada juga posting di forum yang membahas Axioo dan perbandingan dengan beberapa merk lain.

Di salah satu edisi majalah Infolinux, ada artikel dari Onno W. Purba, seorang pakar, yang menulis tentang bagaimana meng-instal Linux di notebook dan kebetulan merk dipakai adalah Axioo. Ini tentu saja menambah poin untuk memilih Axioo. Malah ini bisa jadi referensi yang lebih kuat, karena nantinya memang akan di-install Linux. Dari referensi di internet dan majalah yang selalu saya perhatikan adalah kompatibilitasnya dengan Linux. Dan yang lebih bagus lagi, di beberapa display di toko komputer atau di pameran beberapa tipe dari Axioo secara default dipasangi dengan Linux Mandriva yang bisa jadi referensi kompatibilitas dengan Linux.

Setelah saya rasa cukup dengan bahan pertimbangan, akhirnya saya berbulat hati memilih Axioo. Walau sebelumnya banyak juga merk-merk lokal lainnya yang sempat juga jadi bahan pertimbangan. Tetapi disamping faktor fitur dan harga, layanan purna jual dari Axioo adalah hal terpenting yg membuat pilihan jatuh ke Axioo. Di situsnya Axioo ada tabel spare part dan perkiraan harga nya jika ada kerusakan. Juga informasi dari penjual (dasar penjual :-)) yang meyakinkan akan layanan service center Axioo baik di Jakarta dan di beberapa kota besar lainnya.

Setelah merk dan layanan purna jual sudah ketemu sekarang tinggal mencocokan dengan dana yang ada. Dan ini adalah hal yang gak salah sulitnya. Awalnya saya sudah mendapatkan kandidat, tipe VL 724 C (Chipset Via, Pentium M 1,7 Ghz). Tetapi saat bertanya ke beberapa dealer barangnya sedang kosong. Ada juga yang menyebut sudah discontinue. Sementara saya tidak tertarik dengan tipe sejenis yang menggunakan Celeron M karena harganya tidak terpaut jauh.

Ke Mangga Dua adalah yang terbaik. Sebagai salah satu pusat komputer di Jakarta tentu akan mudah mencari barang yang kita perlukan. Dan kebetulan juga saat saya ke sana Axioo sedang pameran. Tanpa menyia-nyiakan waktu langsung saja proses hunting dimulai. Memang betul tipe yang saya cari (VL 724 C) sudah discontinue dan sebagai gantinya adalah tipe VL 856 P. Spek kurang lebih sama dengan yang saya cari, tetapi menggunakan Pentium M 1,8 Ghz dan RAM 512 MB. Spek lengkapnya bisa dilihat disini.

Seperti biasa walau sudah dilabeli dengan harga khusus pameran, saya masih sempat-sempatnya menawar harga. Siapa tahu bisa mendapatkan harga yang lebih bagus lagi. Si penjaga stand tetap saja bertahan bahwa harganya ini sudah harga khusus pameran dan di tempat lain harga lebih mahal. Setelah tidak putus asa menawar akhirnya saya mendapatkan harga lebih murah Rp 50 ribu dibanding harga pameran yang tercantum. Lumayan juga.

Harga ini adalah harga notebook tetapi tidak termasuk harga OS, karena notebook ini secara default di-bundle dengan Mandriva 2006 yang memang gratis. Bagus juga. Kenapa juga harus membayar cukup mahal dengan Windows secara otomatis di dalamnya. Karena memang notebook ini rencananya saya akan gunakan untuk mencicipi Ubuntu yang semakin populer itu.

Sudah dua bulan Notebook ini saya gunakan. Dan setelah memakai notebook ini banyak tawaran-tawaran notebook merk lain dengan harga dan fitur yang hampir sama. Ya sekarang sepertinya sudah mulai menjadi tren notebook yang murah tetapi powerful

Sunday, November 18, 2007

New Release - Sony Vaio CR Series Notebooks


Sony has changed the appearance of the Vaio Notebook, making it available in 4 fabulous shades, blazing red, indigo blue, pure white and luxury pink which takes away the boring work factor and makes the Sony CR-Series a fun and exciting range appealing to a more fashion conscious market.

Along with the new funky colours the body of the new Vaio range is gorgeously slim and compact, with wrap around trim, lustrous coating and flawless finish which combined creates a stunning model whichever you choose. Although the colourful coating reassuringly protects the body and interior parts as well as the LCD screen, Sony have also joined hands with a special design team to include an extremely stylish leather case in matching colours for extra protection and comfort for your hip new laptop.


Looks aside, Sony has focused the new CR-Series on media and entertainment by including a Click&Play feature which allows you to instantly view your stored media and DVD’s without having to power up Windows, so showing off to your pals can happen with a click of a single button.

Hook up the Sony CR-series Notebook to your High Definition TV at home and view your DVD’s through it or, as Sony intended, take this masterpiece with your anywhere and display your photos, music, movies etc to all with its extreme portability.

The new Sony Vaio CR-Series will be available mid-July 2007 and the Leather Carry Case will be available at the end of July 2007

Wednesday, November 7, 2007

TIP MEMILIH NOTEBOOK/LAPTOP


Akhir-akhir ini perkembangan penjualan notebook/laptop mengalami peningkatan yang sangat mencolok dan nyaris menyamai penjualan personal computer (PC). Laptop sudah tidak lagi sekedar menjadi kebutuhan kerja tetapi sudah hampir menjadi gaya hidup seperti halnya hand phone. Dulu, saya sempat bingung ketika sebagian orang menyebut laptop dan sebagian lagi menyebut notebook, lalu saya bertanya apakah ada bedanya. Ternyata, perbedaannya adalah dari segi etimologi bahasa, pada mulanya ‘lap’ yang berarti pangkuan dan ‘top’ yang berarti atas merupakan nama umum dari komputer yang bisa ditaruh dipangkuan, lalu karena sebagian besar pengguna laptop tidak selalu memangku laptop tetapi ditaruh di meja (karena kalau dipangku panas), maka kata laptop menjadi tidak relevan lagi dan muncullah ‘notebook’ yang diibaratkan komputer kecil yang bisa dilipat-lipat.

Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan saat kita ingin membeli notebook/laptop :

Fungsi
Yang paling diuntungkan oleh mobilitas laptop adalah seorang penulis, mahasiswa yang sedang skripsi, administrasi, programer dan berbagai jenis pekerjaan yang berbau ‘mengetik’. Jadi, jika anda seorang gamer rasanya kurang begitu bijak untuk membeli laptop karena dengan harga laptop middle end anda sudah bisa mempunyai spesifikasi PC yang tinggi. Kira-kira budget yang dibutuhkan sekitar 4-6 juta, tidak perlu sampai 21 juta jika hanya untuk mengetik dan presentasi dalam sidang.

Garansi dan Operating System
Untuk garansi, pastikan toko tersebut sudah terjamin dalam pelayanan masalah garansi, beberapa penjual memang agak ‘resek’ tentang masalah garansi ini. Atau beli merek yang ada garansi internasional dan lokalnya. Jika ingin OS yang benar-benar asli, biasanya ada serial numbernya di body notebook. Tapi kita kan di Indonesia, tidak perlu repot-repot masalah OS original.

Hardware
Komponen yang paling mempengaruhi harga notebook adalah monitor dan processornya, komponen lain seperti memory, hardisk, kartu grafis, optical drive, wifi, dll biasanya akan mengikuti. Semakin tinggi processor maka komponen lainnya juga semakin lengkap dan bagus, walaupun akan banyak improvisasi dari masing-masing vendor, tapi tidak akan berbeda terlalu jauh. Untuk hal ini, anda sedikit butuh kerja karena anda harus membandingkan harga antara satu toko dengan yang lain untuk spesifikasi yang mirip.

Slowly
Bila anda sungguh-sungguh ingin membeli laptop dengan harga yang cukup murah, usahakan untuk membeli waktu pameran (harga agak miring sedikit, tapi tetap usahakan dari toko yang sudah anda kenal baik pelayanannya)

Monday, November 5, 2007

Notebook Lenovo G400, Lebih Terjangkau


Komputer jinjing alias notebook lama-kelamaan kian terjangkau harganya. Salah satunya keluaran terbaru Lenovo G400. Notebook yang menawarkan mobilitas bernilai tinggi dengan harga terjangkau–ditujukan bagi pelanggan yang mencari notebook untuk menggantikan peran desktop PC.
Notebook Lenovo 3000 series memiliki bentuk yang menarik dan seperangkat fitur mengagumkan, memberikan pilihan terbaik bagi pengguna yang menginginkan performa terbaik dengan harga yang terjangkau.
G400 menggunakan prosesor terbaik Intel Dual-core T2080 dan beroperasi menggunakan Microsoft Disk Operating System (DOS). Notebook bergaris hitam ini hadir dalam balutan cover hitam yang ramping dan memiliki tampilan layar lebar 14.1 WXGA glossy berdefinisi tinggi.
G400 dilengkapi dengan fitur khas Lenovo, One Key Recovery, yang memungkinkan pengguna memulihkan data dengan mudah pada saat notebook mengalami ‘crash’.
Fitur komunikasi dan hiburan dalam notebook ini mencakup mikrofon terintegrasi, Realtek High Definition Audio dan Power2Go 5.5 limited edition, sebuah perangkat lunak multimedia yang memungkinkan pengguna merekam berbagai format data.
“Dengan hadirnya notebook Lenovo 3000 G series, Lenovo ingin membantu mereka yang ingin melakukan transisi menjadi pengguna notebook,” kata Sanjeev Venom, Marketing Director Lenovo ASEAN & Korea, “Notebook G series menawarkan fitur-fitur hiburan dan mendukung berbagai sistem, seperti One key Recovery dari Lenovo yang menawarkan mobilitas dan nilai lebih kepada pengguna yang peduli akan harga.
Dengan meluncurkan notebook seri terbaru dengan harga yang terjangkau, Lenovo akan mampu menawarkan rangkaian Best Engineered PC kepada segmen pengguna baru.
Lenovo G400 tersedia di distributor resmi Lenovo dari tanggal 15 Oktober dengan harga mulai dari US$ 599.
Lenovo selama ini berdedikasi dalam membuat komputer-komputer pribadi yang paling inovatif di dunia. Model bisnis Lenovo dibangun di atas inovasi, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan dan juga sebuah fokus dalam investasi di pasar-pasar berkembang.
Dibentuk melalui akuisisi IBM Personal Computing Division oleh Lenovo Group, perusahaan ini mengembangkan, membuat, dan memasarkan ke seluruh dunia produk-produk dan layanan-layanan teknologi yang andal, berkualitas tinggi, aman, dan mudah digunakan. Lenovo memiliki pusat-pusat riset utama di Yamato, Jepang; Beijing, Shanghai, dan Shenzen, China; serta Raleigh di North Carolina